WISATABLOID.com – Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pusat penyelenggaraan business events di kawasan ASEAN seiring pesatnya pertumbuhan industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) global.
Momentum tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026 yang digelar di Jakarta pada 29–30 Juli 2026.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, industri business events kini telah berkembang menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi, tidak hanya melalui penyelenggaraan pertemuan dan pameran, tetapi juga sebagai katalis investasi, inovasi, transfer pengetahuan, serta penciptaan nilai tambah bagi berbagai sektor, termasuk pariwisata.
“Industri MICE merupakan salah satu segmen terdepan dalam industri business events global yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2024, sektor ini menguasai sekitar 30,75 persen pangsa pendapatan industri manajemen acara global dengan nilai pasar yang diperkirakan mendekati USD1,2 triliun,” ujar Widiyanti saat membuka SEABEF 2026 di Jakarta Convention Center, Rabu (29/7/2026).
Mengacu pada data Event Industry Council (EIC), Widiyanti menjelaskan bahwa industri business events pada 2025 melibatkan sekitar 1,65 miliar partisipan di lebih dari 180 negara dan menghasilkan lebih dari USD1,29 triliun direct spending yang mengalir ke berbagai sektor, mulai dari perjalanan, akomodasi, hingga aktivitas pariwisata lainnya.
Secara keseluruhan, industri ini berkontribusi sekitar USD1,8 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) global.Menurut dia, kawasan Asia Pasifik menjadi pasar yang sangat potensial dengan jumlah partisipan mencapai sekitar 608 juta orang dan nilai direct spending terbesar kedua di dunia, yakni sekitar USD353 miliar.
“Data tersebut menunjukkan bahwa business events mampu menciptakan dampak ekonomi yang sangat besar. Indonesia memiliki peluang untuk mengambil peran yang lebih besar di kawasan dengan memperkuat daya saing destinasi, meningkatkan kualitas penyelenggaraan event, dan memperluas kolaborasi internasional,” kata Widiyanti.
Dia berharap Indonesia semakin memperkuat perannya sebagai pusat business events di kawasan ASEAN sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi.SEABEF 2026 mempertemukan pemerintah, asosiasi internasional, pelaku industri, akademisi, dan media untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari harmonisasi kebijakan event di ASEAN, pengembangan destinasi yang berkelanjutan, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), pengembangan sport and entertainment events, penguatan talenta industri, hingga strategi memenangkan bidding penyelenggaraan event internasional.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penyelenggaraan event menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Event telah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia. Salah satu contohnya adalah penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, yang berhasil meningkatkan eksposur destinasi, menarik wisatawan, serta menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Airlangga.
Dia menambahkan, sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren yang positif. Penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman tumbuh 13,14 persen, sementara pada Mei 2026 Indonesia menerima 1,38 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan mencatat sekitar 106 juta perjalanan wisata nusantara.
“Fondasi ini memosisikan Indonesia dengan baik untuk menjadi pusat MICE global, khususnya seiring berkembangnya tren bleisure, yaitu perpaduan antara perjalanan bisnis dan rekreasi,” katanya.
Airlangga juga menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam mendukung transformasi sektor pariwisata.”AI akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di masa depan. Indonesia telah menandatangani kerja sama pengembangan AI bersama World AI Cooperation Organization sebagai payung kolaborasi pengembangan AI di berbagai sektor,” tuturnya.
Dia menambahkan, AI dan pariwisata memiliki keterkaitan yang sangat erat, mulai dari promosi destinasi, personalisasi layanan wisata, hingga penyelenggaraan business events yang lebih efisien dan berbasis data.
Untuk pertama kalinya, SEABEF diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026. Ajang tersebut menghadirkan 98 peserta pameran dari sektor MICE dan pariwisata serta mempertemukan mereka dengan 220 hosted buyers dari berbagai negara melalui rangkaian business matching.
Sinergi SEABEF dan IBEM diharapkan mampu memperluas peluang investasi dan kemitraan internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi business events unggulan di kawasan ASEAN.

















