Gemericik Dan Suara Gamelan Dari Air Terjun Sri Gethuk

image

Dahulu nama air terjun ini terkenal dengan nama air terjun Slempret karena lokasinya yang bertempat di blok Slempret. Seiring berjalannya waktu, kini air terjun dengan ketinggian 30 meter ini berubah menjadi lebih terkenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.

Lokasinya di Padukuhan Menggoran, Bleberan, Playen, Gunungkidul. Air terjun ini dapat ditempuh sekitar 45 KM dengan kendaraan pribadi dari pusat kota Yogyakarta. Sepanjang perjalanan para wisatawan juga akan langsung disuguhi pemandangan bukit khas gunung kidul serta pepohonan jati yang tumbuh subur.

Memasuki kompleks destinasi wisata ini para wisatawan harus membayar biaya retribusi Rp 5000 per orang. Kemudian selepas dari parkiran kendaraan lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter untuk menapakkan kaki pada sungai Oyo yang airnya cukup bening dan dingin.

image

Dari ujung sungai Oyo ini menuju Air Terjun Sri Gethuk ada dua alternative yaitu; naik rakit bermotor pulang-pergi seharga Rp 10.000 per orang atau berjalan kaki melewati persawahan yang ada di sisi atas sungai. Kedua nya sangat mengasikan dengan kenikmatan yang berbeda.

Sesampainya di bawah Air terjun Sri Gethuk hanyalah kata takjub untuk mengagumi keindahan dan kebesaran dari Sang Pencipta. Terlebih kadang ketika akan mengabadikannya juga disambut oleh pelangi kecil sebagai hiasan tambahan.

Eksotis dari Air Terjun Sri Gethuk ini boleh saja dibandingkan dengan Green Canyon di Arizona dan Jawa Barat sana. Hanya saja berbeda jarak tempuh menuju Air Terjun Sri Gethuk yang masih dekat namun keindahan alamnya terbilang sama. Semua akan semakin hijau nan indah bila curah air yang datang dalam volume banyak.

Dan yang menarik perhatian para wisatawan biasanya adalah asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk itu sendiri. Yang menurut penduduk asli sekitar ada cerita kepercayaan tersendiri yang mana, dibelakang air terjun tersebut ada goa sebagai tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Hingga kadang pada saat-saat tertentu masyarakat Padukuhan Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun. [McL]

Marcell

Leave a Reply