Scroll untuk baca artikel
Pariwisata

Wamenpar Ajak ASITA Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pariwisata Berkualitas

19
×

Wamenpar Ajak ASITA Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pariwisata Berkualitas

Share this article

WISATABLOID.com – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengajak seluruh anggota Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Saat membuka Rakernas II ASITA 2026 di Four Points by Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/5/2026), Wamenpar Ni Luh Puspa menekankan pentingnya peran ASITA dalam mengemas paket wisata yang kompetitif sekaligus memanfaatkan berbagai stimulus pemerintah secara optimal untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

“Seperti yang Ibu Menteri sampaikan kepada saya, Bu Wamen kita harus dukung ASITA, kita harus berjalan bersama ASITA. Itu pesan beliau kepada saya. Karena ASITA ini adalah mitra strategis dari pemerintah,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Sebagai asosiasi biro perjalanan wisata tertua di Indonesia, ASITA memiliki posisi penting tidak hanya dalam mendukung promosi dan penjualan paket wisata, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam memberikan masukan serta kritik yang konstruktif terhadap kebijakan pariwisata nasional.

“Mudah-mudahan inisiasi gagasan ide yang dihadirkan dan dilahirkan pada Rakernas hari ini bisa memajukan sektor pariwisata,” kata Wamenpar.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar juga menjelaskan sejumlah langkah strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan global, termasuk tingginya harga tiket pesawat yang berdampak pada mobilitas wisatawan. Atas arahan Presiden, pemerintah telah memberikan sejumlah stimulus, antara lain PPN ditanggung pemerintah sebesar 100 persen, penetapan surcharge sebesar 38 persen, hingga pembebasan bea masuk onderdil pesawat sebesar 0 persen untuk membantu menekan harga tiket penerbangan.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga melakukan penyesuaian strategi pasar dengan mengalihkan fokus promosi ke kawasan Asia dan Asia Pasifik, serta memperkuat pasar medium haul dan short haul.

Pergeseran strategi ini dinilai selaras dengan tren global, di mana wisatawan kini cenderung memilih destinasi yang lebih dekat, efisien dari sisi biaya, serta lebih singkat waktu tempuhnya.Wamenpar juga mengingatkan seluruh pelaku usaha pariwisata, khususnya biro perjalanan wisata, untuk memastikan produk wisata yang dipasarkan berasal dari usaha yang memiliki izin resmi.

Langkah tersebut penting untuk menjaga kualitas layanan, melindungi wisatawan, sekaligus memperkuat kredibilitas industri pariwisata Indonesia.

“Dan untuk itu, pada 2025 sudah diterbitkan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 yang mengatur terkait dengan standar kegiatan usaha, tata cara pengawasan dan juga sanksi administratif dan kebijakan ini bertugas untuk tentu saja adalah melindungi wisatawan sekaligus juga menjaga dari kredibilitas industri pariwisata Indonesia,” kata Wamenpar.

Kementerian Pariwisata, lanjut Wamenpar, juga terus mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang saling terhubung antara industri event, tourism and travel, serta perhotelan agar mampu tumbuh secara bersama dan saling memperkuat. “Sehingga semuanya bisa berkolaborasi dengan baik,” ujar Wamenpar.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mengatakan Sulawesi Selatan memiliki potensi pariwisata yang sangat beragam, mulai dari kekayaan budaya di Tana Toraja hingga geopark yang telah diakui UNESCO. Dengan 24 kabupaten/kota, Sulawesi Selatan dinilai memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi daerah.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus memperkuat sektor pariwisata melalui program strategis dan kolaborasi lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan melalui keberhasilan Sulawesi Selatan menghadirkan empat event dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025 dan 2026.

“Saya berharap melalui Rakernas ini akan lahir rekomendasi-rekomendasi yang konkret tidak hanya untuk memperkuat organisasi saja, tetapi juga untuk mampu menjawab tantangan industri pariwisata dan sekaligus mendorong percepatan pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan tentunya,” kata Fatmawati.

Ketua Umum DPP ASITA, Rusmiati, mengapresiasi dukungan dan kolaborasi seluruh pihak dalam penyelenggaraan Rakernas II ASITA 2026. Ia berharap berbagai ide dan gagasan yang dihasilkan dalam forum tersebut mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah.

“Harapan kami komunikasi yang baik dengan pemerintah dapat terus terjalin untuk mencapai cita-cita bersama dalam memajukan pariwisata Indonesia,” ujar Rusmiati.

Turut mendampingi Wamenpar, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Herry Rachmat Widjaja. Hadir pula Wakil Wali Kota Makassar sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Rakernas II ASITA Aliyah Mustika Ilham, Ketua DPD ASITA Makassar Didi Leonardo Manaba, jajaran pengurus DPP ASITA, serta anggota ASITA dari seluruh Indonesia.[]

Example 120x600