Scroll untuk baca artikel
Pariwisata

Kemenpar Sambut Kunjungan Parlemen Aljazair Tandai Awal Kerja Sama Pariwisata

32
×

Kemenpar Sambut Kunjungan Parlemen Aljazair Tandai Awal Kerja Sama Pariwisata

Share this article

WISATABLOID.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima kunjungan delegasi Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (21/1/2026), sebagai langkah awal memperkuat kerja sama pariwisata sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Aljazair.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyambut Ketua Majelis Rakyat Nasional Aljazair Mohamed Yazid Benhemmouda bersama para anggota delegasi serta Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Aljazair. Ia menilai pertemuan perdana ini membuka peluang kolaborasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku pariwisata, pengusaha UMKM, pemandu wisata lokal, dan investor.

Data pascapandemi COVID-19 menunjukkan pertumbuhan arus wisatawan Aljazair ke Indonesia sebesar 25 persen, yang turut disertai peningkatan volume perdagangan antara kedua negara.

“Hal ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat pasar Afrika Utara dan pengembangan wisatawan muslim, sekaligus mendorong transfer pengetahuan melalui keberadaan enam politeknik pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata,” ujar Ni Luh Puspa.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Aljazair menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari rekam jejak Indonesia dalam mengelola wisata religi dan wisata alam, dua sektor yang juga menjadi fokus pengembangan pariwisata di negaranya.

Kesamaan visi ini membuka ruang kolaborasi strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan melalui penawaran pengalaman yang unik dan saling melengkapi antara negara maritim dan negara kontinental gurun.

“Indonesia dan Aljazair juga memiliki keselarasan dalam pengembangan wisata budaya,” kata Wakil Menteri Pariwisata.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohammad Paham mengatakan, meskipun kerja sama masih berada pada tahap awal, pertemuan ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan promosi pariwisata yang berkelanjutan.

“Arah kerja sama ke depan akan difokuskan pada dukungan kebijakan dari badan legislatif dan parlemen kedua negara, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pengusaha untuk membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing global,” ujar Martini.[]