WISATABLOID.com – Penyelenggaraan konser internasional ‘HYDE [INSIDE] Live World Tour in Jakarta 2025’ menjadi momentum strategis untuk mempromosikan ekonomi kreatif Indonesia di kancah global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menyampaikan event internasional semacam ini tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi platform aktivasi bagi kreator lokal dan diplomasi budaya Indonesia.
“Konser internasional seperti HYDE bisa menjadi showcase subsektor ekraf Indonesia, mulai dari musik, fesyen, seni, hingga teknologi kreatif. Lebih jauh, konser juga berfungsi sebagai diplomasi budaya yang menghubungkan diaspora dan komunitas global dengan karya anak bangsa. Dengan konsistensi, Indonesia berpotensi menjadi hub konser musik internasional di Asia Tenggara,” ujar Wamen Ekraf menerima audiensi dari promotor Mataloka Live dan Sound Rhythm di Autograph Tower, Jakarta, Kamis, 18 September 2025.
Mataloka Live merupakan promotor berbasis di Jakarta yang berfokus pada kolaborasi lintas budaya dengan menghadirkan artis global ke Indonesia dan Asia Tenggara. Bersama Sound Rhythm—promotor berpengalaman sejak 2002 yang pernah menghadirkan Ed Sheeran, One Direction, hingga Celine Dion—konser HYDE menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama konser internasional di kawasan.
Wamen Ekraf menambahkan, konser sebaiknya membuka ruang aktivasi yang lebih luas bagi subsektor ekraf nasional. “Kami mendorong agar konser internasional ini tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga melibatkan brand fesyen lokal, seniman grafiti, hingga pemanfaatan teknologi gim dan augmented reality. Dengan begitu, konser dapat memperlihatkan kreativitas Indonesia di panggung internasional,” tegas Wamen Ekraf.
Komisaris HYDE [INSIDE], Monica Suteja, menyambut baik arahan dari Kemenekraf. “Indonesia bagi kami bukan hanya pasar penting, tetapi juga mitra strategis dalam menghadirkan konser internasional yang relevan dengan identitas lokal. Dukungan Kemenekraf diharapkan memperkuat keterlibatan brand dan kreator lokal, baik melalui fesyen, seni, maupun aktivasi teknologi yang memperkaya pengalaman penonton. Kolaborasi ini diharapkan dapat meneguhkan posisi Indonesia sebagai destinasi utama konser dunia,” kata Monica.
Kementerian Ekraf berkomitmen terus mendorong subsektor musik dan event kreatif sebagai bagian dari _the new engine of growth_, sekaligus memperkuat diplomasi budaya menuju Indonesia Emas 2045.
