Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pariwisata

Perdana Digelar Tlilir Art & Culture Festival Targetkan jadi Event Pariwisata Tahunan

5
×

Perdana Digelar Tlilir Art & Culture Festival Targetkan jadi Event Pariwisata Tahunan

Share this article
Example 468x60

WISATABLOID.com – Festival budaya Tlilir Art and Culture Festival, ”From Village to The World” diharapkan menjadi daya tarik pariwisata baru bagi kabupaten Temanggung untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target 1,2-1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara pada tahun ini.

Festival perdana yang berlangsung pada 1-3 September 2023 di Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ini terbilang unik karenal okasinya yang berlatar belakang view puncak gunung Sumbing.

Example 300x600

Tak hanya itu, venue untuk panggung maupun penonton berada di atas atap rumah-rumah warga yang sehari-harinya biasa digunakan untuk menjemur tembakau. Sebagaimana diketahui, Temanggung merupakan daerah penghasil tembakau dan Tlilir juga dikenal sebagai desa penghasil tembakau terbaik dengan produk unggulan tembakau Srintil.   

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, selaras dengan berkembangnya seni dan budaya, Tlilir terus memproklamirkan diri sebagai desa wisata kampung tembakau. 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif(Kemenparekraf/Baparekraf) pun mendukungpenyelenggaraan â€˜1st Tlilir Art & Culture Festival’ yang merupakan hallmark event berbasis pariwisata dan digerakkan oleh masyarakat. 

“Saya berharap dengan adanya dukungan dan kolaborasibebagai pihak, Tlilir Art & Culture Festival menjadi momentak terlupakan bagi seluruh peserta dan pengunjung,” ujar Menparekraf dalam sambutannya secara virtual, dikutip Minggu (3/9/2023).  

Kepala Biro Komunikasi PublikKemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani dalam sambutannya di lokasi festival pada Sabtu (2/9) menyampaikan, event seperti festival budaya merupakanbagian dari 3A (Akses, Atraksi, Amenitas) dan menjadiunsur penting untuk memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. 

Dia juga menilai, event festival Tlilir sebagai wujud inovasidan adaptasi terhadap tren perubahan sikap wisatawanpascapandemi dalam berwisata yang bersifat personalizecustomizelocalize dan smaller in size

“Wisatawan pascapandemi cenderung lebih menyukaiaktivitas pariwisata luar ruangan atau outdoor dan suasana di Tlilir cocok untuk pengembangan desaberbasis ecotourism,” tuturnya. 

Dewi menambahkan, Kemenparekraf mengapresiasi dan mendorong keberlanjutan event Tlilir Art & Culture Festivalserta mengajak seluruh stakeholders pariwisata untukberkolaborasi. 

“Kami berharap festival ini berkelanjutan sehingga bisamenjadi event tahunan di Jawa Tengah dan khususnya di Temanggung, serta bisa mendatangkan banyakpengunjung dari berbagai daerah. Sehingga, pada akhirnya akan bisa mendukung pencapaian target 1,2-1,4 miliar pergerakan wisnus di 2023,” paparnya. 

“Kami di kementerian akan mendukung dari aspekpublikasi, promosi dan dukungan lainnya,” imbuh Dewi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KabupatenTemanggung Hendra Sumaryana menambahkan, selainperbaikan aksesibilitas, pihaknya akan mengupayakanagar event festival tersebut semakin banyak diketahuimasyarakat luar sehingga multiplier effect-nya tidak hanyadirasakan di kabupaten saja tapi secara nasional. 

“Temanggung punya dua hal yang unik dan menduniayaitu tembakau dan kopi. Event ini juga menjadi bagianyang bisa â€˜dijual’ dan dipromosikan,” ucapnya. 

Kepala Desa Tlilir Fatur Rohman mengungkapkan, keindahan alam dan tembakau yang mendunia menjadidaya tarik tak hanya bagi wisnus melainkan juga wisatawan mancanegara (wisman). 

Menurut dia, wisman yang pernah datang ke desa Tlilir di antaranya berasal dari Belanda, Belgia, Jerman, Rusia, Ukraina dan Australia. Bagi turis yang ingin menginap, desa Tlilir saat ini juga memiliki 12 homestay

Libatkan Masyarakat Lokal

Ajang 1st Tlilir Art and Culture Festival yang diselenggarakan oleh Heavenly Indonesia, PemerintahDesa Tlilir dan Travelita—Pegiat Pariwisata Temanggung, mendapat dukungan penuh Kemenparekraf.

Festival ini menarasikan â€˜Tlilir: Tembakau, Tradisi dan Takdir’, serta mengampanyekan â€˜Sustainability & Eco-Friendly Event’, di mana berbagai ornamen dan dekorasivenue event ini seluruhnya menggunakan material dari bambu.

Selama tiga hari digelar serangkaian acara, di antaranyakonser musik etnik dengan line up Irene Ghea x ArlidaPutri, Orkes Sinten Remen, dan Jogja Hip Hop Foundation. 

Hadir juga outdoor fashion show dari perancang busananasional dan lokal yang bertema ordinary traveling. Pengunjung juga bisa menikmati drama musikal yang melibatkan penduduk setempat mulai dari pelajar hingga orang tua. 

Tak kalah menarik juga ada festival kuda lumping sertafestival UMKM yang menyuguhkan kuliner khasTemanggung, produk kerajinan dari tembakau dan fesyen. 

Ridlo Amiruddin, Direktur Digra Sinergi Harsa selakupenyelenggara  Tlilir Art & Culture Festival menyampaikan, event yang bakal digelar secara tahunanini merupakan pesta rakyat kesenian dan kebudayaanyang berbasis pada community based tourism.

“Local wisdom sangat kami perhatikan, misal untukoutdoor Fashion Show saja kita bekerja sama denganpemuda pemudi Karang Taruna, Ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani. Mereka kita edukasi hanya dalamtiga hari saja namun hasilnya cukup memuaskan kita di catwalk,” ungkapnya. 

Ridlo menambahkan, untuk penyelenggaraan tahundepan, pihaknya tetap akan menjaga komitmen untukmembangun event yang berbasis pada pariwisataberkelanjutan serta akan lebih banyak bersinergi lagidengan para stakeholders.

“Untuk penyelenggara event tahun depan jadwalnya akankita ajukan di bulan Juli agar menjadi beberapa rangkaianevent di lereng gunung di pulau Jawa, seperti Festival 7 Gunung dan Dieng Culture Festival. Ini penting, agar wisatawan adventure dan minat khusus kian bertumbuh,” pungkasnya. [DAH]

Example 300250
Example 120x600