Scroll untuk baca artikel
Hotel

Hengky Tambayong, Merawat Pengalaman Tamu dan Membaca Arah Baru Industri Perhotelan

7
×

Hengky Tambayong, Merawat Pengalaman Tamu dan Membaca Arah Baru Industri Perhotelan

Share this article

Bagi penggemar otomotif, setiap kendaraan memiliki karakter, keunikan, dan daya tarik tersendiri. Ketertarikan terhadap dunia otomotif inilah yang menjadi sisi lain Hengky Tambayong yang kini mengemban tanggung jawab sebagai Director of Operations & Revenue MORA Group.

Di balik kesibukannya mengawal operasional dan kinerja bisnis perhotelan, Hengky merupakan sosok yang dekat dengan keluarga. Sebagai ayah dari dua putra dan satu putri, ia menikmati perannya dalam keluarga di tengah tanggung jawab profesional yang dinamis.

Kecintaannya terhadap dunia otomotif juga mencerminkan ketertarikannya pada detail, karakter, dan perkembangan teknologi kendaraan. Berpengalaman lebih dari tiga dekade di industri perhotelan, Hengky memandang bisnis hospitality sebagai perpaduan antara presisi operasional, kepekaan membaca pasar, dan kemampuan menjaga relevansi.

Tantangannya semakin menarik ketika perilaku wisatawan berubah. Badan Pusat Statistik mencatat 104,30 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Agustus 2026, meningkat 11,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, tingkat hunian hotel berbintang secara nasional berada di angka 52,52 persen. Angka tersebut memperlihatkan bahwa meningkatnya mobilitas wisatawan tidak otomatis menjamin keterisian kamar. Bagi operator hotel, memahami tujuan perjalanan, pola pemesanan, hingga keputusan tamu untuk kembali menjadi semakin penting.

MORA Group merespons dinamika ini melalui penguatan distribusi digital, pengelolaan ulasan tamu, serta MORA Club, program loyalitas yang menghubungkan pemesanan langsung dengan manfaat keanggotaan lintas properti.

“Pekerjaan kami bukan hanya memastikan kamar terjual hari ini, tetapi memahami mengapa tamu memilih hotel kami dan apa yang membuat mereka kembali. Data membantu membaca perilaku itu, sementara tim operasional memastikan pengalaman yang dijanjikan benar-benar terjadi,” ujar Hengky.

Pendekatan tersebut juga diterapkan dalam persiapan dua properti baru dengan karakter berbeda.

Di Palu, HEMORA Sriti hadir dengan rancangan modern bernuansa classic American, berdampingan dengan kawasan convention hall yang telah dikenal masyarakat setempat. Kedekatan dengan pusat kegiatan tersebut membuka peluang menghubungkan kebutuhan akomodasi, pertemuan bisnis, dan aktivitas sosial dalam satu kawasan.

Sementara di dataran tinggi Ciwidey, Lereng Senja Hotel & Villas by MORA mengambil pendekatan berbeda. Dengan 16 vila dan 20 kamar yang direncanakan, properti ini menawarkan pengalaman menginap yang memberi ruang lebih besar bagi lanskap, privasi, dan ritme perjalanan yang tidak terburu-buru.

Bagi Hengky, kedua proyek tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan portofolio bukan soal menerapkan formula yang sama di setiap kota.

“Setiap properti harus punya alasan yang kuat untuk dipilih. Tugas operator adalah menerjemahkan potensi lokasi menjadi produk yang relevan, pengalaman yang konsisten, dan bisnis yang sehat dalam jangka panjang,” tutupnya.