/MORA Impact bersama Claire Sugianto Peduli Balita Stunting dan Lingkungan Sehat

MORA Impact bersama Claire Sugianto Peduli Balita Stunting dan Lingkungan Sehat

WISATABLOID.com – Sejak menyandang gelar Puteri Remaja Indonesia Lingkungan 2025, Claire Sugianto memilih menjalani perannya dengan langkah-langkah kecil yang bermakna.

Bagi pelajar kelas 10 ini, gelar bukan sekadar simbol, melainkan pengingat untuk hadir di isu yang paling dekat dengan masa depan: kesehatan generasi dan lingkungan tempat mereka tumbuh.

Melalui inisiatif MORA Impact, Claire terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan balita stunting di Puskesmas Ketabang, Surabaya. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 balita menerima asupan tambahan berupa telur, susu, serta suplemen makanan sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang mereka.

Namun perhatian remaja asal kota Surabaya tidak berhenti pada pemberian nutrisi. Ia juga membawa empat pot tanaman Sansevieria untuk ditempatkan di area puskesmas. Tanaman yang dikenal mampu menyaring udara dan mudah dirawat ini dipilih bukan tanpa alasan.

“Stunting bukan hanya soal makanan, tapi juga tentang lingkungan tempat anak-anak ini tumbuh,” ujar Claire. “Lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman punya peran besar dalam mendukung kesehatan mereka.”

Bagi Claire, Sansevieria menjadi simbol sederhana namun bermakna, tentang keberlanjutan, perawatan, dan konsistensi. Tanaman itu diharapkan tidak hanya memperindah ruang, tetapi juga menjadi pengingat bahwa upaya menciptakan lingkungan sehat bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dirawat setiap hari.

Kehadiran Claire di Puskesmas Ketabang bukan sekadar seremoni. Ia menyempatkan diri berbincang dengan para ibu, mendengar cerita mereka, dan menyaksikan langsung bagaimana perjuangan orang tua dalam memastikan anak-anak mereka tumbuh dengan baik, meski di tengah keterbatasan.

Salah satunya adalah Nur Jannah, ibu dari salah satu balita. “Kegiatan ini sangat membantu anak-anak kami. Mereka senang, dan kami merasa didukung,” kata Nur Jannah dengan tersenyum. Momen itu meninggalkan kesan mendalam bagi Claire. Ia melihat bahwa isu stunting bukan sekadar angka atau laporan, melainkan wajah-wajah kecil yang bergantung pada kepedulian banyak pihak.

“Saya belajar bahwa empati itu penting. Mendengarkan dan hadir langsung membuat saya lebih memahami betapa besarnya peran lingkungan, baik fisik maupun sosial, dalam kehidupan anak-anak.” katanya.

Sebagai Puteri Remaja Indonesia Lingkungan, Claire memaknai tanggung jawabnya secara luas. Lingkungan, menurutnya, bukan hanya tentang alam dan ruang hijau, tetapi juga tentang ruang tumbuh yang aman, sehat, dan penuh perhatian bagi generasi masa depan.

Langkah Claire mungkin sederhana, membawa nutrisi, menanam Sansevieria, dan menyapa para ibu, namun di sanalah Claire bisa hadir langsung dan berupaya memberikan makna. Dari Puskesmas Ketabang, ia menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar, melainkan dari kepedulian yang dirawat dengan konsisten.