Home / Destinasi / Waruga, Pesona Indonesia Nan Unik Dari Sulawesi Utara

Waruga, Pesona Indonesia Nan Unik Dari Sulawesi Utara

image

Bila ingin merasakan suasana Natal dan Tahun Baru yang mendalam, haruslah mencoba berkunjung ke Sulawesi Utara yang memiliki mayoritas penduduk beragama nasarani hingga membuat ‘Pesona Indonesia’ begitu terasa di kota ini dengan penuh keramaian adat budaya dan tempat wisata yang sangat unik!

Salah satunya kompleks Waruga di Desa Sawangan yang kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah Sulawesi Utara berpusat.

Waruga adalah kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari bahan bebatuan yang berasal dari material hasil pengikisan lereng gunung berapi Klabat. Masyarakat Minahasa meyakini bahwa roh leluhur mereka memiliki kekuatan magis sehingga wadah kubur para leluhur membutuhkan bahan yang kuat dan amat baik.

image

Untuk mencapai kompleks Waruga ini terbilang penuh petualangan dari pusat kota Sulawesi Utara, Manado. Dikarenakan angkutan umum yang tesedia hanya berakhir di Airmadidi yang menjadi ibukota Kabupaten Minahasa Utara.

Perjalanan kemudian harus dilanjutkan dengan menyewa mobil atau sepeda motor. Lalu menyusuri jalan yang mulus berliku-liku dengan pemandangan indah hijaunya hutan nyiur melambai.

Setibanya di Desa Sawangan seakan menyambut setiap pengunjung yang datang dengan papan besar bertuliskan Cagar Budaya. Di belakangnya terpampanglah kompleks Waruga. Sebanyak seitar 144 Waruga berdiri di sini.

Kompleks yang terjaga dengan rapih tersebut disebut orang Sulawesi Utara dengan Minawanua atau Makawale yang berarti bekas kampung.

Menurut penduduk sekitar, Waruga itu berasal dari bahasa Tombulu, yakni dari kata Wale Maruga yang berarti rumah dari badan yang akan kering. Pertama kali kemunculannya di tafsir pada sekitar abad ke-16 pertengahan.

Waruga pertama muncul di daerah bukit Kelewer, Treman dan Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, dan terus berkembang pada berbagai daerah di Sulawesi Utara sampai pada awal abad 20 Masehi.

Terbilang sangat unik karena masing-masing Waruga ini dibuat sendiri oleh orang yang akan meninggal. Ketika orang itu akan meninggal maka dengan sendirinya akan memasuki Waruga yang dibuatnya itu setelah diberi bekal kubur yang selengkapnya.

Dan bila hal ini dilakukan dengan sepenuhnya, kelak akan mendatangkan kebaikan bagi masyarakat yang di tinggalkan.

 

Leave a Reply