Home / Bisnis / Kementerian Pariwisata Promosikan Peluang Investasi Pariwisata Indonesia Dalam Gulf and Indian Ocean Hotel Investors Summit
IMG-20160306-WA0002

Kementerian Pariwisata Promosikan Peluang Investasi Pariwisata Indonesia Dalam Gulf and Indian Ocean Hotel Investors Summit

IMG-20160306-WA0002

Event summit internasional bagi para investor pariwista, Gulf and Indian Ocean Hotel Investors’ Summit (GIOHIS) di Viceroy Yas Island, Abu Dhabi, Uni Emerat Arab kembali menjadi ajang promosi Kementerian Pariwisata RI yang juga menjadi sebagai patron sponsor.

Dalam event internasional yang bertujuan secara spesifik untuk memenuhi kebutuhan para pemilik hotel dan apartemen, investor dan pengembang serta para pihak yang menyediakan pelayanan bagi pihak-pihak tersebut. Dihadiri oleh para eksekutif senior dari wilayah teluk di timur tengah dan wilayah di seberang wilayah Samudera Hindia

Turut dalam perwakilan Kementerian Pariwisata Indonesia dan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC), ada dua pengembang pariwisata di Indonesia yaitu, Indonesia Tourism Development Corporation dan PT. Jababeka Group yang juga secara aktif berpartisipasi sebagai pembicara pada panel diskusi pembuka, dengan topik “Outbound Investment – Focus on Indonesia”, yang menyikapi peluang investasi di pasar paling dinamis di sisi timur Samudra Hindia.

Adapula beberapa pertemuan bisnis oleh perwakilan delegasi Indonesia dengan beberapa eksekutif dan investor seperti; Mr. Alexander Choe dari SC Capital, sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura dan memiliki hotel di berbagai tempat mulai dari China dan Jepang, hingga Thailand dan Maladewa. Kemudian dengan Mr. Hussain Al Rakhis dari Action Hotels, sebuah grup pemilik hotel yang berfokus pada wilayah teluk timur tengah dan kawasan di sekitar Australia. Dan dengan Mr. Bruce Bromley, CFO dari Soneva Group, salah satu operator luxury boutique hotel dengan harga tinggi.

Pertemuan bisnis tersebut diadakan untuk menginformasikan dan mendiskusikan secara dekat terkait peluang investasi pariwisata dan regulasinya kepada para eksekutif dan investor tersebut. Para pengembang pariwisata Indonesia juga memiliki peluang untuk mempromosikan proyek mereka kepada para investor tersebut.

Mengingat untuk membangun sebuah kawasan pariwisata terintegrasi akan membutuhkan biaya yang sangat besar dan dapat mencapai angka hingga IDR 10 triliun, akan sangat penting untuk dapat melibatkan investor asing.

Pertanyaan yang telah mengemuka dari seluruh pengembang dan investor pada kegiatan tersebut adalah mengenai masa hak pengelolaan lahan yang masih berdasarkan pada durasi 30 tahun ditambah opsi perpanjangan 20 tahun, sementara negara-negara lain telah mengijinkan hak pengelolaan lahan hingga selama 100 tahun.

Leave a Reply