Home / Bisnis / Summarecon Mencatat Kenaikan Laba Bersih Sebesar 30% di Tahun 2018
IMG-20190621-WA0012-01

Summarecon Mencatat Kenaikan Laba Bersih Sebesar 30% di Tahun 2018

IMG-20190621-WA0012-01

PT. Summarecon Agung Tbk (Summarecon), pada hari ini, Kamis, 20 Juni 2019 menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan salah satu agendanya adalah persetujuan Laporan Tahunan Perseroan, termasuk pengesahan Laporan Keuangan, dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2018.

Agenda tersebut telah diterima dengan baik dan mendapatkan pengesahan serta persetujuan dalam RUPST.

Di tengah kondisi yang menantang di tahun 2018, yaitu perekonomian global masih dibayangi oleh ketidakpastian dengan melambatnya tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, juga nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang terus terdepresiasi selama paruh pertama tahun 2018 dan mencapai level terendah Rp15.200,- pada paruh kedua.

IMG-20190621-WA0013-01

Ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh ketidakpastian global baik dari faktor ekonomi dan politik, maka perusahaan berupaya mengubah bauran produk yang berorientasi kepada permintaan pasar.

Dari penerapan strategi ini, penjualan produk rumah memberikan kontribusi sebesar 64%, apartemen 16%, dan properti komersial sebesar 20% dari total pra-penjualan pemasaran.

Dalam situasi yang sulit di tahun 2018, Summarecon berhasil mencatat total pendapatan sebesar Rp 5,6 triliun, walaupun menurun 0,4% dari tahun sebelumnya, namun laba bersih tercatat sebesar Rp 690,6 miliar, naik 30% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018, Summarecon berhasil membuka 2 lokasi baru; perumahan Srimaya di Bekasi Selatan pada Agustus 2018 dan Summarecon Mutiara Makassar pada November 2018.

Pada saat peluncuran lokasi baru ini, perseroan berhasil membukukan angka yang sangat menggembirakan dengan penjualan masing-masing sebesar Rp 190 miliar dan Rp 270 miliar.

Unit Bisnis pengembangan properti masih menjadi kontributor terbesar bagi Perusahaan yaitu dari 61% dari total pendapatan, dengan nilai sebesar Rp 3.435 milyar, turun sebesar Rp 167 milyar atau 5% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp 3.603 milyar.

Meskipun pendapatan lebih rendah, Perusahaan berhasil memperbaiki kinerja operasional dengan meningkatnya laba usaha sebesar Rp 78 milyar (9%) menjadi Rp 954 milyar dari Rp 875 milyar pada tahun sebelumnya.

Sementara untuk bisnis lainnya yang merupakan hotel, klub rekreasi, town management dan berbagai fasilitas pendukung yang terintegrasi pada kawasan. Semua bisnis ini mencatat pendapatan sebesar Rp733 milyar, meningkat sebesar Rp 96 milyar (15%) dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan memberikan kontribusi sebesar 13% dari total pendapatan Perusahaan selama tahun berjalan dan hanya 5% dari total laba usaha. Total pendapatan dari bisnis hotel meningkat sebesar Rp 61 milyar menjadi Rp 344 milyar di tahun 2018.

Dan terakhir yang menjadi keputusan RUPS Tahunan ini adalah pembagian dividen sebesar Rp 5 per lembar saham, atau setara 10% laba bersih Perseroan. [*]