Home / Destinasi / “Senandung Negeri di Atas Awan” DCF 2018 Puaskan Rindu Wisatawan
1

“Senandung Negeri di Atas Awan” DCF 2018 Puaskan Rindu Wisatawan

1

Untuk ke-9 kalinya ajang budaya tahunan Dieng Culture Festival kembali memuaskan rasa rindu para wisatawan. Yang mana pada tahun ini terlihat banyak dari kalangan anak muda untuk ber “Senandung Negeri di Atas Awan” yaitu tepatnya di kawasan Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dengan mrenampilkan rentetan grup musik yang sudah sangat sudah begitu terkenal di tanah air. Mulai dari grup asal Bandung, Wedding Jahe hingga Gugun Blues Shelter sebagai pengisi acara pada hari pertama (3/8), yang ditengah suhu dingin hingga mencapai dibawah 10 derajat Celcius.

Kemudian pada hari kedua (4/8), ada pula bintang tamu rahasia yang dihadirkan Kementerian Pariwisata yaitu grup band asal Yogyakarta yaitu Letto dengan lagu-lagu lawasnya seperti; “Sebelum Cahaya”, “Sandaran Hati” hingga “Ruang Rindu” yang mampu mermbuat para wisatawan bernyanyi membuat koor besar sambil bergoyang-goyang santai agar dapat menghangatkan badan.

Acara berlanjut dengan menerbangkan ribuan lampion yang berwarna-warni hingga mermbuat pekatnya langit di atas kawasan Datarann Tinggi Dieng menjadi begitu semarak indah penuh warna hingga menjulang tinggi kejauhan.
Seiring penerbangan lampion ada band The Rain yang tampil dengan energik dan berhasil menghipnotis dengan hitsnya “Terlatih Patah Hati” menutup event yang sudah masuk ke dalam Top 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama istri dan Bupati Banjarnegara Budi Sarwono juga terlihat menerbangkan lampion dari atas panggung acara.

“Malam ini Dieng indah, penuh dengan lampion. Warna-warni lampion dam dinginnya Dieng diharapkan bisa meredakan suhu politim menjelang Pilpres 2019,” kata Ganjar sambil memandang ke langit di atas Dataran Tinggi Dieng yang dihiasi ribuan lampion.

Ganjar pun mendorong Dieng Culture Festival selanjutnya bisa memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat setempat.

“Banyak wisatawan yang datang bahkan hingga 2 sampai 3 kali. Mereka sudah menikmati jazz atas awan semalam. Acara ini selalu menarik dan orang selalu menunggu-menunggu. Kami akan dorong terus pariwisata sebagai potensi ekonomi baru,” ujarnya.

Sementara dari Pihak Kementerian Pariwisata pun ikut senang dengan sukses nya DCF ke-9 ini karena dapat memberikan impact langsung terhadap perekonomian di Dieng. Masyarakat diharapkan bisa lebih baik dalam hospitality terhadap wisatawan baik wisatawan mancanegara ataupun nusantara.

“Kekayaan adat dan budaya daerah ini tentunya akan memperkaya keragaman adat dan budaya nasional perlu untuk dilestarikan,” ujar Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti, yang diwakili Koordinator Tim CoE Ngurah Putra.

Mendengar hal itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut senang karena Dieng Culture Festival telah memiliki aspek Content dan Communication yang bagus. “Harapan selanjutnya setelah Content-nya sudah oke, Communication sudah oke, tinggal C yang ketiga yaitu Commercial. Aspek Commercialpun berarti sudah mengokohkan Dieng sebagai destinasi utama Indonesia,” ujarnya.