Home / Otomotif / Seminar Keselamatan Menyetir Untuk Kurangi Angka Kecelakaan dan Fatalitas

Seminar Keselamatan Menyetir Untuk Kurangi Angka Kecelakaan dan Fatalitas

Seminar Keselamatan Berkendara

Melihat jumlah kasus kecelakaan di Indonesia yang melebihi 100.000 kasus per tahun dengan puncaknya pada tahun 2012 dengan 117 ribuan kecelakaan hingga mengakibatkan jumlah kematian terbanyak yang terjadi pada 2011 dengan 31.195 orang. Sangat diperlukan banyak upaya untuk memberikan informasi yang tepat tentang keselamatan berkendara bagi para pengemudi mobil di Indonesia.

Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Mobil123.com dan Otospirit.com dengan mengelar seminar bertema “Safety Driving” di Jakarta. Dengan tujuan utama yaitu memberikan informasi dan pengetahuan kepada para pengemudi mobil di Indonesia agar jalan raya menjadi lebih selamat, aman dan tertib.

Redaktur Mobil123.com, Syubhan Akib dalam seminar memaparkan, “kami sebagai salah satu stakeholder memiliki kepentingan dalam menciptakan jalan raya yang lebih selamat, aman dan tertib. Seperti kita ketahui bahwa setiap kecelakaan akan menyebabkan kerugian materi yang besar. Jika kecelakaan melibatkan kepala keluarga sehingga dia mengalami cacat tetap atau meninggal bisa menyebabkan pemiskinan di keluarganya”.

“Banyak faktor yang menjadi penyebab kecelakaan dan banyak pihak atau hal harus dibenahi, namun kali ini kami menyoroti pengemudi kendaraan bermotor dengan memberikan beberapa tips penting dalam mengemudi seperti patuhilah rambu-rambu lalulintas, jangan mabuk atau di bawah pengaruh narkoba, selalu memakai seatbelt, tidak mengoperasikan handphone”, tambah Syubhan.

Sementara dari JDDC – Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu yang memberikan materi dalam seminar ini menegaskan, “penyebab dari tingginya angka kecelakaan ini adalah ketidak tertiban berlalu-lintas dari para pengguna lalulintas. ketidak tertiban ini dikarenakan kurangnya pemahaman dari 2 kata kunci utama keselamatan di jalan raya, yaitu Fokus dan Mengerti!”.

“Mengapa harus Fokus, karena saat mengemudi kita harus meninggalkan segala masalah, baik mental atau fisik. Yang bila tidak akan membuat keterbatasan gerak dalam mengoperasikan kendaraan. Masalah mental terutama yang akan sangat mengurangi konsentrasi mengemudi hingga berakibat kualitas safety pengemudi akan segera menurun”, tambah Jusri.

“Sedangkan kunci dari Mengerti adalah sikap dari para pengemudi yang memahami ia berada dimana hingga dapat memastikan sisi belakang atau sampingnya aman atau tidak. Terutama harus mengerti tertib berlalulintas hingga akan selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya untuk bisa kembali ke rumah dengan selamat”, tutup Jusri. [McL/011]

Leave a Reply