Home / Bisnis / Restrukturisasi Kementerian Pariwisata untuk Makin Gerakan Ekonomi Nasional
Pelantikan

Restrukturisasi Kementerian Pariwisata untuk Makin Gerakan Ekonomi Nasional

Pelantikan

Untuk makin memajukan kepariwisataan nasional sesuai dengan amanah yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, agar pariwisata menjadi sektor unggulan penggerak ekonomi nasional. kementerian Pariwisata melakukan restrukturisasi organisasi dengan melantik para pejabat baru yang siap melaksanakan tugas dan fungsi.

Dalam pelantikan yang dipimpin langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, para pejabat yang  dilantik meliputi; Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I), Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Pejabat Administrator (Eselon III) , dan Pejabat Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) serta Pejabat di lingkungan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dan Badan Pelaksana Otorita Borobudur.

Menpar Arief Yahya mengatakan, pelantikan pejabat ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi yang komprehensif sejak diterbitkan Peraturan Presiden Nomor: 93 Tahun 2017, tanggal 2 Oktober 2017 tentang perubahan struktur organisasi Kemenpar yang telah dilaksanakan sejak 4 Januari 2018 dan dilanjutkan hari ini

Untuk makin memajukan kepariwisataan nasional sesuai dengan amanah yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo, agar pariwisata menjadi sektor unggulan penggerak ekonomi nasional. kementerian Pariwisata melakukan restrukturisasi organisasi dengan melantik para pejabat baru yang siap melaksanakan tugas dan fungsi.

Menpar menegaskan, melalui restrukturisasi, Kemenpar ingin lebih berfokus pada pelanggan (wisatawan), dalam hal ini diharapkan bisa lebih sensitive dalam memahami kebutuhan-kebutuhan wisatawan dan lebih adaptif dalam menciptakan produk-produk wisata. “Karena pada hakekatnya bisnis pariwisata adalah bisnis pengalaman (experience), maka dengan struktur organisasi baru, Kemenpar harus mampu menciptakan ekstra ordinary experience kepada wisatawan,” kata Arief Yahya.

Selain itu dalam struktur organisasi di tingkat deputi/asdep/bidang/bagian dan unit-unit yang ada di bawahnya haruslah disusun dengan mengacu kepada customer journey atau tourism value-chain, sehingga secara otomatis seluruh kegiatan yang kita lakukanakan focus kepada pelanggan atau inilah yang disebut dengan pendekatan customer-centric organization.

Sementara itu dalam mencermati perubahan pendekatan yang lebih berorientasi pada minat, Menpar Arief Yahya ingin mewujudkan tujuan dari customer centric strategy yang mencakup tiga hal yani; Pertama, customer satisfaction, dimana wisatawan puas dengan destinasi wisata yang kita tawarkan. Kedua, customer retention/loyalty dimana wisatawan berkunjung kembali dan loyal dengan destinasi wisata kita, dan ketiga, customer advocacy dimana wisatawan merekomendasikan destinasi wisata kita pada wisatawan lain.

Menpar mengingatkan lagi bahwa untuk mencapai hasil yang luar biasa harus selalu menghasilkan ide-ide yang tidak biasa sehingga inovasi adalah suatu keharusan untuk bisa mengejar ketertinggalan dari negara-negara pesaing; Malaysia, Thailand, dan Singapura.

“Target 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini harus kita rebut. Untuk itu kita harus terus berinovasi menciptakan sesuatu yang unik dan tidak biasa. Terkait dengan produk pariwisata, salah satunya adalah destinasi digital. Ini selalu meledak, kenapa meledak? Ini selalu memenuhi kebutuhan, kebutuhan anak millennials yang begitu haus akan pengakuan,” kata Arief Yahya. [iST]