Home / Gaya Hidup / Peduli Mangrove Bersama Film Impian 1000 Pulau
film 1000

Peduli Mangrove Bersama Film Impian 1000 Pulau

film 1000

Sebagai bentuk komitmen anak muda dalam merehabilitasi lingkungan di Indonesia khususnya hutan mangrove, Gerakan 1000 bersama Sineas Muda melaksanakan penayangan perdana Film Impian 1000 Pulau yang disambut dengan penuh antusias oleh para anak-anak muda yang memenuhi CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta.

Film yang digagas oleh Komunitas Sineas Muda Indonesia mengangkat cerita tentang hubungan Galang, seorang Anak Nelayan (Karel Susanteo) yang ingin mengejar mimpi namun ditentang oleh ayahnya (Rifnu Wikana) yang melakukan penangkapan ikan dengan cara Muro-ami, yaitu menangkap ikan dengan cara menumbukkan kepala karang guna menakuti ikan agar keluar dari karang, dampaknya tentu saja punahnya terumbu karang.

Konsep kepedulian film ini juga mengusung konsep presale #1ticket1mangrove melalui website gerakan1000.com dimana dengan membeli satu tiket untuk menonton film ini juga akan ikut berpartisipasi untuk menanam satu pohon mangrove.

Penasihat Gerakan 1000, Dr. Rima Agristina dalam jumpa media menjelaskan, “kisah film ini adalah tentang anda, saya dan kita semua, tentang bagaimana kita sebagai bangsa mengimplementasikan nilai Pancasila, Revolusi Mental dan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan secara nyata”.

“Melalui film ini juga tidak hanya sekedar bercerita, tetapi menampilkan realita impian anak pesisir di seluruh Indonesia yang menjadi kebanggaan dilahirkan dan dibesarkan di pulau dengan memiliki mimpi menggapai peluang di kota yang lebih maju untuk membangun pulau mereka”, tambah Rima.

Turut menambahkan sang sutradara, Naphtali Ivan juga berharap melalui film ini dapat mensinergikan empat pilar bangsa: Pemerintah, Komunitas, Pelaku Usaha dan Akademisi untuk membuktikan kekuatan dari arti kata “Gotong Royong”, menggunakan sistem inkubasi kreatif terintegrasi sehingga membawa dampak pada munculnya kelompok masyarakat Ekonomi Kreatif berbasis Eco-wisata secara berkesinambungan yaitu melalui peluncuran Paket Wisata Budaya dan Konservasi di Studio Alam TN Pulau Kelapa Dua”.

“Harapannya setelah film ini dirilis juga selain berdampak untuk mengrehabilitasi lingkungan Indonesia dengan #1ticket1mangrove Film Impian 1000 Pulau juga untuk pengembangan UMKM berbasis Eco-wisata di Kepulauan Seribu, pembuatan sistem Tele Medicine di Pulau Sabira, serta multiplikasi pembuatan Film ataupun TV Series yang dikerjakan oleh anak usia sekolah dalam satu tahun ke depan”, ujar Naphtali.

Sementara itu, mewakili para pemain Rifnu Wikana turut beharap dalam kepeduliannya terhadap lingkungan di Indonesia, khususnya hutan mangrove.

“Faktanya adalah hutan mangrove menjadi salah satu subjek utama bagi pengembangan lingkungan di Indonesia, sementara kondisi hutan mangrove itu kritis. Padahal Mangrove punya manfaat seperti; mencegah pemanasan global, mencegah erosi pantai, dan menjaga habitat perikanan yang pada saat ini telah rusak di Pulau Seribu, yang juga diangkat ke film ini hingga kita memulai campaign 1ticket1mangrove” tutup Rifnu.

Dan sebagai kemasan promosi untuk mencapai target lima juta penonton, akan diadakan sinergi setelah Jakarta kemudian selanjutnya 1 November 2018 di Jawa Barat dan 10 November 2018 di Sulawesi Selatan.