Home / Destinasi / Ngeriung Penuh Cerita Ke Kawah Wurung

Ngeriung Penuh Cerita Ke Kawah Wurung

Kawung

Pesona Bondowoso dengan keindahan alam yang menyegarkan seperti tidak ada habisnya. Setelah dikenal melalui Pegunungan Ijen dengan Blue Fire nya. Kini, para wisatawan mendapat pilihan destinasi baru yaitu Kawah Wurung yang meluas hijau sejauh mata memandang dengan latar belakang gunung dan bukit tinggi menjulang hingga semakin melekatkan Kabupaten Bondowoso dengan sebutan ‘Surga di Ketinggian’.

Nama Kawah Wurung itu sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti kawah yang tidak jadi. Namun berjalannya waktu tidak jadinya kawah ini membentuk savana yang luas menghijau dikelilingi bukit dan gunung Raung hingga pemandangan Taman Nasional Gunung Ijen.

Pengalaman menyegarkan mengunjungi Kawah Kawung ini dapat dirasakan atas undangan Dinas Pariwisata Bondowoso, ngeriung atau bersama-sama peserta Famtrip dari beberapa media nasional untuk menghadiri Festival Ijen Bondowoso pada tanggal 21-22 Mei 2016. Yang memberikan banyak cerita unik selama perjalanan hingga sampainya di destinasi wisata nan hijau dan menyegarkan.

Perjalanan yang mengunakan bis wisata ukuran sedang ini ditempuh selama 3 jam lamanya. Setelah melewati beberapa pos lapor yang tidak memungut biaya retribusi untuk para wisatawan. Akan langsung disambut pula jalan yang kurang bersahabat pada beberapa bagian bergelombang keras hingga dapat membangunkan seisi bis.

Kesejukan udara selama perjalanan juga memutuskan seisi bis untuk membuka jendela dengan harapan mendapatkan hembusan angin bersih dan segar yang agak susah didapat saat di ibukota Jakarta. Yang akhirnya terasa walau sedikit dingin menusuk tulang. Namun, kerimbunan pohon-pohon nan hijau penyaring udara segar tersebut berkeinginan lain dengan mengirimkan seekor ulat bulu hingga kembali meramaikan seisi bis.

Sesampainya di tengah dataran tinggi dengan pemandangan terbaik ke seluruh area Kawah Wurung hanya decak kagum yang terdengar diselingi tarikan nafas yang dalam sebagai pertanda bersyukur atas segarnya udara dan pandangan mata.

Kontur berbukitan mengelilingi padang savana dari Kawah Wurung saat musim kemarau juga kadang mmberikan efek warna keungu-unguan yang berasal dari alang-alang yang bercampur dengan hijaunya rumput. Seperti memberikan sihir tersendiri untuk para wisatawan mengabadikan terus keindahan ini lewat smartphone dan kamera.

Demi mengabadikan keindahan Kawah Wurung dari sudut tertinggi juga menyisakan cerita menarik dengan terpisahnya dua anggota dari seisi bis. Mereka terpisah karena menyusuri gunung hingga sedikit membuat panik dengan melapor ke petugas Perhutani dari Pegunungan Ijen.

Kawung 2

Keindahan dari Kawah Wurung juga memberikan pemandangan dari para penduduk setempat biasa menjadikan savana ini sebagai ladang bagi hewan ternak seperti kuda, sapi, kerbau dalam mencari asupan makanan. Namun, kembali lagi bagi wisatawan khususnya fotografer ini adalah moment berlatar belakang unik yang harus diabadikan.

Untuk fasilitas masih menyisakan pekerjaan rumah yang banyak bagi Dinas Pariwisata Bondowoso karena masih belum tersedianya fasilitas penting seperti, toilet dan tempat sampah yang sangat dibutuhkan demi menjaganya kelestarian sebuah destinasi wisata alam.

Selain mengunakan bis sewaan atau mobil pribadi untuk menuju Kawah Wurung juga dapat menggunakan bis umum dari terminal Bondowoso menuju Desa Sempol seharga 25 ribu yang dilanjutkan dengan menggunakan jasa ojek seharga 25 ribu juga. Sementara untuk menginap sudah banyak penginapan atau home stay baik di Bondowoso atau Desa Sempol yang tentunya dengan harga terjangkau.

Dan pastinya bila berwisata ke Bondowoso, Jawa Timur penunjuk arah sudah tersedia dengan jelasnya. Tinggal mengikuti saja karena sudah terpasang dengan jelasnya. Bahkan bila waktu mencukupi para wisatawan dapat mengunjungi Kawah Ijen dan Kawah Wurung sekaligus karena letaknya yang begitu dekat. [MCL/011]

Leave a Reply