Home / Gaya Hidup / Menpar Arief Yahya Tantang Millenials Kembangkan Pariwisata Dengan Teknologi
Youth

Menpar Arief Yahya Tantang Millenials Kembangkan Pariwisata Dengan Teknologi

Youth

 

 

 

 

 

Tantangan bagi para anak muda atau yang sering disebut generasi millenials oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya ini adalah upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) khususnya anak muda untuk turut berperan dalam perkembangan mencapai 20 juta kunjungan wisatawan datang ke Indonesia.

Lebih lanjut Menpar Arief Yahya yang menyampaikan tantangan ini dalam sebuah acara  talkshow “Youth x Public Figure Vol 4 : Bapak Arief Yahya x Erix Soekamti” di Jakarta. Dimana acara ini merupakan sinergi para komunitas anak muda We The Youth dengan Mengangkat tema “Waktu Indonesia Berlibur.

Peran para anak muda atau generasi millenials sangatlah penting dalam kemajuan pariwisata Indonesia. Karena sebagian besar anak muda mengikuti update perkembangan teknologi terbaru. Kolaborasi antara anak muda dan teknologi, seperti kamera hp, instagram, dan inilah yang memberikan impact besar dalam pariwisata. “Gunakanlah teknologi utk menghadapi tantangan pada bidang pariwisata,” jelas Menpar Arief Yahya.

“Karena saat ini Kementerian Pariwisata tengah mengembangkan program strategis pariwisata yang melibatkan anak muda, yaitu destinasi digital dan nomandic tourism. Dua program ini sebagai strategi untuk merebut wisman yang tahun ini ditargetkan 17 juta wisman dan 20 juta wisman pada 2019. Jadi, sekarang saya challenge kalian untuk ikut membuatnya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, destinasi digital adalah destinasi yang populer di dunia maya, viral di media sosial, dan hits di Instagram. Sementara nomadic tourism, kata Menpar Arief, sebagai solusi dalam mengatasi keterbasan unsur 3 A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas). Khususnya untuk sarana amenitas atau akomodasi yang sifatnya bisa dipindah-pindah dan bentuknya bermacam-macam seperti glamp camp, home pod, dan karavan.

Sedangkan aksesibilitasnya adalah sea plane dengan mudah membawa wisatawan dari pulau ke pulau di Indonesia yang memiliki jumlah mencapai 17 ribu lebih.

“Target Kemenpar adalah membangun 100 pasar digital di 34 provinsi dan 10 nomadic tourism di destinasi unggulan,” jelasnya.

“Saat ini jumlah backpacker yang kebanyakan adalah generasi millennials di seluruh dunia mencapai 39,7 juta orang. Peluang ini lah yang ingin ditangkap Kemenpar dengan menyediakan akomodasi nomadic tourism ini. “ Nomadic tourism itu solusi sementara sebagai solusi selamanya”, pungkas Menpar Arief Yahya.