Home / Bisnis / Nuansa Kekinian Jadi Tema Adiwastra Nusantara ke-11
Pameran Adiwastra Nusantara

Nuansa Kekinian Jadi Tema Adiwastra Nusantara ke-11

Pameran Adiwastra Nusantara

Untuk ke -11 kalinya, Pameran Adiwastra Nusantara akan digelar dengan tema “Nuansa Kekinian dalam Balutan Wastra Adan Nusantara”. Pameran yang tiap tahunnya selalu meraih sukses dalam penjualan ini akan digelar di Hall A dan B Jakarta Convention Center (JCC) pada l 1-15 April 2013 mendatang.

Akan ada 450 peserta dari 33 Provinsi di Indonesia yang menampilkan karya wastra adati atau kain tradisional unggulan. Mulai dari para pengrajin dan Usaha Kecil dan Menengah (UMK) yang dapat menjadi referensi bahkan trendsetter dalam Pengembangan bidang wastra khususnya, serta dunia fesyen nasional pada umumnya.

Dalam jumpa media di Jakarta, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana Brahmananda menegaskan, pada pameran kali ini akan menampilkan karya wastra adati atau kain tradisional unggulan dari seluruh daerah di Indonesia. Serta usaha rintisan berbasis e-commerce yang digeluti oleh kaum muda dan menjadi ajang unjuk rupa start-up company dibidang wastra.

“Pameran kali ini merupakan paradoxical. Kita gunakan era kekinian untuk merevitalisasi budaya tradisional. Budaya modern yang berbau digitalisasi dengan menampilkan sisi ketradisionalan,” kata Pitana.

“Berbagai cara terus kita promosikan ke wisatawan mancanegara. Bahkan saat pameran internasional kita selalu hadirkan budaya sebagai atraksi. Kita pernah menggunakan spa, juga pernah mengajak wisman untuk membatik bahkan hingga menenun. Dan Wastra salah satu yang kita gunakan sebagai benda atau sebagai fashion show,” ucap Pitana.

Sementara itu, dikesempatan yang sama, Ketua Penyelenggara Pameran Adiwastra Nusantara 2018, Wida D. Herdiawan menambahkan, tahun ini akan menargetkan 60 ribu pengunjung selama lima hari pameran berlangsung.

“Tahun lalu kita mencatat transaksi langsung selama penyelenggaran mencapai 50 miliar. Tahun ini kami targetkan naik 10 persen menjadi 60 miliar. Dengan taget pengunjung sebanyak 60 ribu,” ucapnya.

Pameran Adiwastra Nusantara 2018 kali ini akan menampilkan pegelaran busana rancangan para desainer muda alumni dari Esmod Jakarta, bernuansa etnik atau kombinasi wastra adati dengan desain kekinian yang mulai menjadi trend. Bukan hanya di komunitas generasi yang lebih tua, namun juga di kalangan generasi milenial.

Sepanjang acara, juga akan ada beberapa kegiatan yang tentu menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung selama gelaran. Seperti Fashion Show, tari-tarian, Seminar, Workshop membatik bagi ibu-ibu, Pertunjukan musik dan ada pula Lomba Selendang Indonesia, yang bekerjasama dengan bekerjasama dengan Traditional Textile Arts Society of South-East Asia (TTASSEA),” ujar Wida.

Menteri Pariwisata Arief yahya mengapresiasi gelaran Pameran Adiwastra Nusantara 2018 yang secara sustainable berlangsung hingga saat ini. Menurutnya, Pameran ini bisa menjadi referensi perkembangan terkini dari trend batik, tenun, songket, dari berbagai daerah yang punya karakter masing-masing,” ujarnya.

Menpar Arief juga menyebut, Kreatifitas kain-kain tradisi budaya nusantara itu tentu akan dimentori oleh Bekraf. Ketika sudah mulai dipamerkan, dikomersialisasi, dan dipromosikan untuk memperkuat destinasi wisata, sudah menjadi tugas dan wilayah Kemenpar.

“Karena itu di pameran yang menampilkan kain-kain unggulan warisan budaya itu menjadi bagian dari Pesona Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya. [PaT/McL]