Home / Gaya Hidup / Laraskan Hati Jaga Bumi Pertiwi
Laraskan Hati Jaga Bumi Pertiwi

Laraskan Hati Jaga Bumi Pertiwi

Laraskan Hati Jaga Bumi Pertiwi

Menjadi tema Festival Petualang Nusantara (FPN) yang akan digelar pada 12 – 14 Agustus 2016 di Pantai Nguyahan Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta oleh Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan komunitas LareAngon Indonesia dalam rangka merayakan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 dan memajukan wisata petualang dan meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara ke Gunung Kidul. Yogyakarta.

Melalui tema ini juga FPN juga ingin menyamakan dalam visi dan misi komunitas FPN, bahwa para pecinta wisata petualang Indonesia maupun wisatawan petualang mampu untuk menjadi duta bagi upaya pelestarian alam dan budaya Indonesia.

Kasubbid Wisata Petualang, Suryanto, yang mewakili Kementerian Pariwisata dalam FPN 2016 menjelaskan, “seorang petualang dengan mengikuti Festival Petualang Nusantara berarti menambah kesempatan untuk menerima transfer pengalaman dari petualang senior dan menambah kawan seperjalanan”.

“Ditambah melalui event ini sembari menambah kawan dan menjaga lestarinya lingkungan juga membutuhkan ketrampilan dan wawasan yang mendukung aktivitas agar seluruh aktivitas petualangan dapat berjalan aman dan lancar”, papar Suryanto.

Selama tiga hari pelaksanaan ada beragam kegiatan yang diikuti oleh para peserta Festival Petualang Nusantara. Antara lain: Perkemahan Besar Canyoning di Curug Gede, Tyroleans di Gunung Api Purba Nglanggeran, Panjat Tebing Pantai Siung, Cave tubing Kali suci, Caving Gua Jomblang, Slackline di Pantai, Rafting sungai Elo / Sungai Progo, Off road Hutan Bunder, Paralayang dan Paramotor di Parangtritis (tentative) serta Scuba dive(tentative).

FPN juga dilengkapi bazaar alat-alat kegiatan alam bebas, kampung komunitas, serta Festival Aksi Muda Nusantara. Pada Festival Aksi Muda Nusantara, peserta mendapatkan beragam hiburan serta informasi dalam beraneka seminar.

Selain itu, FPN juga memberikan edukasi kepada peserta melalui workshop yang ringan dan mendidik. Seperti Tree Climbing oleh Tree Climbing Organization, pengetahuan ular oleh Yayasan Sioux Indonesia, Survival Skills, Pramuka dan Satuan Karya Pramuka, Canyoning, Slackline dan Kampung Outdoor Equipment.

FPN yang pertama kalinya digelar Tahun 2010 di Kaliadem, Lereng Merapi, kemudian di tahun kedua FPN diselenggarakan Tahun 2011 di Coban Rondo, Batu Malang, FPN yang ketiga diselenggarakan di Baturaden Jawa Tengah pada tahun 2013 dan FPN yang keempat diselenggarakan tahun 2015 di Pantai Guci Batu Kapal, Kalianda, Lampung Selatan. Tahun ini FPN diharapkan dapat menjadi aktivitas pariwisata di Yogyakarta.

Leave a Reply