Home / Bisnis / Kokohnya GWK Jadi Patung Tertinggi Ketiga di Dunia
GWK

Kokohnya GWK Jadi Patung Tertinggi Ketiga di Dunia

GWK

 

 

 

 

 

 

Mahakarya budaya Indonesia, patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang telah berdiri dengan kokohnya dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam acara yang mengangkat tema “Merajut Indonesia Esa” menjadi kebanggaan dengan menjadi patung tertinggi ketiga di dunia.

Terletak diBukit Ungasan, Badung, Bali, patung setinggi 121 meter dengan waktu pengerjaan 28 tahun ini akan menjadi icon pariwisata baru Bali. Dengan diresmikannya GWK, Menpar Arief Yahya mengharapkan akan mengundang 4 juta wisman untuk berkunjung ke patung tertinggi ketiga di dunia ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat jumpa pers persemian GWK menyampaikan, “apresiasi tinggi saya berikan kepada pak Nyoman Nuarta dan juga PT. Alam Sutera yang konsisten menggarap GWK hingga tuntas. Tentunya juga kepada Pak Joop Ave sebagai pencetus”.

“Saat baru diresmikan ini juga diharapkan tiket biaya masuk ke GWK diturunkan agar jumlah wisatawan yang datang semakin banyak karena entry fee yang lebih rendah jauh lebih baik membawa para wisatawan akan lebih besar spendingnya daripada entry fee-nya,” tambah Menpar Arief Yahya.

Ini sudah dibuktikan Menpar Arief Yahya saat melakukan regulasi terkait bebas visa kunjungan ke Indonesia. Walaupun pendapatan negara dari sisi penerimaan visa berkurang, tapi spending wisman jadi makin besar. Hal ini bisa dilihat dari melesatnya pariwisata sebagai sektor penyumbang devisa nomor dua di Indonesia.

Pembangunan Garuda Wisnu Kencana bermula dari gagasan Nyoman Nuarta bersama Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Joop Ave, dan Gubernur Bali Ida Bagus Oka, serta Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana sekitar tahun 1989. Awal tahun 1990, rencana itu dipresentasikan ke Presiden Soeharto dan disetujui.

Peletakan batu pertama pembangunan Cultural Park GWK di Bukit Ungasan Jimbaran ini dilakukan tahun 1997. Pembuatan keping-keping GWK melibatkan ratusan seniman. Dan sekitar 120 seniman turut mengerjakan pemasangannya di Bali. (*)