Home / Destinasi / Kesenian Beripat Beregong Keunikan Bela Diri Belitung
MCL_7193

Kesenian Beripat Beregong Keunikan Bela Diri Belitung

MCL_7193

 

 

 

 

 

Saat digelarnya rangkaian Festival Tanjung Kelayang 2018, ada begitu banyak seni dan budaya khas dari Belitung dipertunjukan. Salah satunya yang begitu menarik perhatian para wisatawan adalah kesenian Beripat Beregong yaitu sejenis permainan ketangkasan untuk saling memukul punggung lawan dengan tongkat rotan.

Arti dari Beripat Beregong adalah dari kata Ripat yang berarti memukul, dan gong yaitu alat musik yang menjadi pengiring kesenian untuk mempererat hubungan antar kampung, juga untuk memupuk sportivitas para pemuda Belitung.

Namun, ada keunikan dari asal mula dari kesenian Beripat Beregong yang mana pada zaman dahulu kala ada seorang gadis yang yang kecantikannya membuat banyak kaum lelaki berniat untuk mempersuntingnya, terutama dikalangan para pemuda berilmu tinggi.

MCL_7179

Melihat banyaknya peminang dibuatlah pertandingan dengan bertanding ilmu menggunakan rotan sebagai alat pemukul. Peminang yang menerima pukulan di bagian punggung dinyatakan kalah, namun jika kedua-duanya terkena pukulan, maka pemenangnya adalah yang paling sedikit menerima pukulan.

Keunikan yang lain juga terlihat pada penempatan alat musik gong pengiring yang harus ada diketinggian sekitar 6-7 meter. Hingga dibutuhkan seorang dukun atau ahli waris pemilik gong untuk memimpin menaikkan alat- alat musik tersebut.

Pertandingan yang dipimpin oleh para tetua adat ini juga tidak menghasilkan sakit atau nyeri pada badan para pemain saat terkena pukulan rotan. Yang ternyata ada semacam ramuan berupa minyak yang dioleskan para tetua adat hingga membuat sedikit kebal hingga pertandingan Beripat Beregong ini selesai digelar.

Untuk saat sekarang keunikan kesenian Beripat Beregong hanya dapat dinikmati pada acara-acara besar di Belitung. Semoga kedepannya ada upaya untuk kembali memasyarakatkan kembali kesenian Beripat Beregong hingga dapat menjadi seni bertarung atau sebagai olahraga wisata.