Home / Bisnis / Hotel Terbaik Dunia Ada Di Sumba Barat

Hotel Terbaik Dunia Ada Di Sumba Barat

Sumba Barat

Prestasi membanggakan sebagai hotel terbaik dunia yang diraih Nihiwatu Resort di Desa Hobawawi, Wanukaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Barat ini setelah mendapatkan nilai tertinggi dalam ajang penghargaan “World Best Awards” yang dilansir Majalah Internasional Travel + Leisure dari Amerika Serikat.

Dalam ajang ini, Nihiwatu Resort mengalahkan pesaing internasionalnya seperti; The Spectactor di Charleston, South Carolina dan Huka Lodge di Taupe, New Zealand serta The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Bali.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam jumpa media di Jakarta menjelaskan, “suatu kebanggan bagi pariwisata Indonesia atas penghargaan ini. Yang mana Nihiwatu Resort juga telah mendapat banyak penghargaan internasional lainnya, seperti The Integritas Hotel dari Telegraf dari Inggris hingga The Best Winner Destination and Resort in Asia”.

“Terlebih pengelolaan Nihiwatu Resort juga hampir memperkerjakan seluruh karyawannya dari orang lokal sekitar yang menurut saya ini harus diapresiasikan untuk menjadi contoh standart pengelolaan oleh seluruh hotel-hotel di Indonesia”, tambah Arief.

Turut menambahkan Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapa Wole, “melalui penghargaan ini kami juga ingin menyampaikan kendala dari akses jalan yang masih berstatus provinsi menjadi status nasional untuk menunjang wilayah pantai selatan, Sumba Barat yang masih belum terolah dengan baiknya untuk pariwata”.

Dan dari Managing Partner Nihiwatu, James McBride, “penobatan Nihiwatu sebagai Resor Terbaik di Dunia ini kiranya menjadi momen yang membanggakan tidak hanya bagi Nihiwatu, tetapi juga untuk masyarakat Sumba dan bangsa Indonesia”.

“Dengan vila tiga kamar berbentuk rumah pohon yang terletak di atas tebing, menghadap langsung Samudera Hindia. Ditambah lebih dari 33 akomodasi vila dengan kolam renang pribadi serta pemandangan indah ke Pantai Nihi. Kami berhasil memperluas pemahaman mengenai ‘resor surgawi’ menjadi sebuah pencapaian bagi pariwisata Indonesia”, tutup James. [McL/011]

Leave a Reply