Home / Gaya Hidup / Gerakan Jaga Bhumi Ajak Masyarakat Jaga Kawasan Konservasi
Kebun Raya

Gerakan Jaga Bhumi Ajak Masyarakat Jaga Kawasan Konservasi

Kebun Raya

Melalui sebuah Gerakan Jaga Bhumi, Yayasan Kebun Raya Indonesia terus ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Kebun Raya sebagai kawasan konservasi keanekaragaman tumbuhan di Indonesia. Salah satunya dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) seri kedua. Diskusi yang merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Jaga Bhumi ini bertujuan untuk menggali opini-opini membangun terkait pengelolaan Kebun Raya di Indonesia.

Untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan kebun raya di Indonesia, Wakil Ketua I Yayasan Kebun Raya Indonesia Dr. Alexander Sonny Keraf berpendapat bahwa pengembangan kebun raya harus menyasar dan menjamin keberlanjutan ekologinya. Pengembangan tersebut mencakup perawatan dan pemeliharaan tanaman-tanaman spesifik lokal sekaligus menjamin keberlanjutan ekonomi serta sosial dengan menjadikan kebun raya sebagai sarana pendidikan, tempat rekreasi, ecoteraphy, dan sarana sosial budaya lainnya.

“FGD ini juga dimaksudkan untuk membuka kesadaran publik tentang kondisi keanekaragaman hayati kita yang sebagian dalam keadaan kritis. Kita sangat kaya akan kekayaan keanekaragaman hayati yang harus diselamatkan, di antaranya melalui konservasi ex situ kebun raya,” ujar Sonny.

Terkait pengembangan kebun raya, Peneliti Utama Bidang Botani, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI Dr. Joko Ridho Witono menilai kebun raya yang ada di Indonesia masih kurang. “LIPI mempunyai mimpi membangun minimal 47 kebun raya di seluruh Indonesia yang didasarkan pada eco-region Indonesia (dari Sumatera sampai Papua). Kenyataannya, sampai Februari 2018 ini baru 37 Kebun Raya. Kalau kita bandingkan dengan keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat kaya, jumlah itu minim sekali,” kata Joko.

Menurut pandangannya, kebun raya di Indonesia juga harus mengikuti arus perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini tidak hanya membutuhkan kreatifitas namun juga perlu didukung dari sisi finansial. [iST]