Home / Bisnis / Forwapar Gelar Road to ITO 2019
FOR_5954

Forwapar Gelar Road to ITO 2019

FOR_5954

Sebagai wadah berbagai media baik cetak, online, radio, televisi lokal maupun nasional yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) yang ingin partisipasi aktif  untuk merumuskan prediksi dan rekomendasi bagi pembuat kebijakan pariwisata. Mengelar diskusi singkat bertemakan; Road to ITO (Indonesia Tourism Outlook) 2019 : Prospek dan Tantangan Pariwisata Indonesia yang diselenggarakan di Mandalawangi Hall, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung.

Diskusi singkat yang tediri dari dua sesi ini dibuka oleh Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata I Kemenpar, Edy  Wardoyo yang kemudian dilanjutkan dengan keynote speech oleh  Tenaga Ahli Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, Kementerian Pariwisata Prof I Gde Pitana yang menegaskan, “ada kekhawatiran tersendiri terhadap pesaing-pesaing kita yang kini gencar mempromosikan pariwisata di negaranya dan menjadikan Indonesia sebagai pasar mereka”.

“Seperti negara Jepang misalnya yang pada saat ini gencar mempromosikan wisata halal kepada masyarakat Indonesia. Adapula dari negara New Zeland yang bahkan membuka penerbangan langsung ke Bali dan Vietnam ditengah pengembangannya Pulau Phu Quoc sebagai Bali baru. Namun ditengah hati-hati kita tetap harus optimis pariwisata Indonesia bertumbuh dengan baik”, tegas Pitana.

Ditambahkan oleh Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata I Kemenpar, Edy  Wardoyo, “pariwisata Indonesia yang saat ini sudah semakin penting peranannya dalam pendapatan devisa negara dikarenakan kemajuan yang sangat luar biasa dengan lompatan kunjungan wisatawan belum pernah terjadi dari 17 ke 20 juta, terlebih pariwisata sudah mengungguli sektor migas yang selama ini sudah merajai pertumbuhan ekonomi di Indonesia” papar Edy.

“Tentunya besar harapan dalam beberapa tahun ke depan pariwisata Indonesia bisa semakin berkembang positif, dengan syaratnya harus ada kesadaran dari seluruh elemen masyarakat bahwa sektor pariwisata ini adalah kepentingan bersama yang harus dijalani dengan komitmen yang tinggi. Untuk dapat terciptanya peluang perbaikan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di daerah destinasi wisata”, tutup Edy.