Home / Bisnis / Desain Arsitektur Nusantara Perkuat Posisi Destinasi 10 Bali Baru
Arsitektur Nusantara

Desain Arsitektur Nusantara Perkuat Posisi Destinasi 10 Bali Baru

Arsitektur Nusantara

 

 

 

 

 

Desain Arsitektur Nusantara yang sudah lima kali disayembarakan semakin memperkuat posisi 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) atau ’10 Bali Baru’ yang dikembangkan sebagai destinasi pariwisata kelas dunia dengan menonjolkan arsitektur khas daerah masing-masing khususnya untuk 3A (atraksi, amenitas, maupun aksesibilitas) sebagai unsur utama dalam mengembangkan destinasi pariwisata.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dadang Rizki Ratman mengatakan, hingga kini sudah 4 kali Kemenpar bekerjasama dengan PT Propan Raya menggelar sayembara Desain Arsitektur Nusantara untuk mendesain di antaranya Bandar Udara Nusantara (2015), Rumah Wisata (Homestay) Nusantara (2016), Restoran Nusantara (2017), dan tahun ini dilanjutkan dengan sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018.

Dalam sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018 ini, kata Dadang Rizki Ratman, Kemenpar menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan PT Propan Raya sebagai inisiator serta Bank Rakyat lndonesia (BRI) sebagai sponsorship yang akan memberikan total hadiah sebesar Rp 600 juta.

“Akan ada 10 pemenang untuk sepuluh destinasi pariwisata prioritas. Masing-masing pemenang mendapat hadiah sebesar Rp 50 juta. Dari kesepuluh pemenang akan dipilih satu pemenang ‘the best of the best’ yang akan mendapat hadiah uang Rp 100 juta, sehingga total hadiah pemenang ‘the best of the best’ sebesar Rp 150 juta,” kata Dadang Rizki Ratman dalam jumpa pers di Jakarta.

Dadang Rizki Ratman didampingi Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari, Direktur PT Propan Raya Yuwono Imanto, salah satu anggota dewan juri Yori Antar menjelaskan, hasil dari sayembara desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018 nantinya diharapkan dapat digunakan oleh para pelaku bisnis pariwisata di bidang usaha cinderamata menjadi bagian dari unsur atraksi yang akan meningkatkan lama tinggal serta pengeluaran (spending money) wisatawan ketika berlibur di 10 Bali Baru.

Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari mengatakan, ekonomi kreatif mempunyai 5 nilai rantai yaitu kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi. “Pusat cinderamata ini akan mendukung rantai distribusi bagi cinderamata akan menjadi jalur distribusi untuk sub-sektor kriya, fashion dan kuliner. Bekraf berharap sayembara ini dapat menghasilkan Pusat Cinderamata yang dapat mengangkat arsitektur Indonesia,” kata Hari Santosa Sungkari.

Sementara itu Yori Antar, salah satu anggota dewan juri mengatakan, sebuah pusat cenderamata harusnya dapat memberikan kesan baik dari segi pelayanan maupun suasana ruangnya. “Untuk itu, desain harus mempunyai kesan tersendiri dari segi interiornya. Kesan-kesan itu dapat dibentuk pada elemen-elemen pembentuk. Juga pelengkap ruang yang merupakan unsur-unsur desain interior,” kata Yori Antar.

Direktur PT Propan Raya Yuwono Imanto mengatakan, sayembara ini akan memperkenalkan, menjaga, dan melestarikan budaya bangsa. “Jangan sampai Arsitektur Nusantara diakui oleh negara lain bahkan hilang dengan sendirinya karena tak ada yang peduli,” kata Yuwono.

Seperti diketahui dari 10 Bali Baru ini telah ditetapkan 4 sebagai destinasi pariwisata super prioritas yaitu Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, dan Borobudur.

Pendaftaran Sayembara Desain Pusat Cenderamata Pariwisata 2018 akan dimulai tanggal 5-31 Oktober 2018, sedangkan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 30 November 2018. Untuk informasi lebih lengkap dapat mengunjungi laman;arsitekturnusantara.propanraya.com sekaligus mendaftarkan diri sebagai peserta sayembara.