Home / Gaya Hidup / Cerianya TTC BeerFest Kedua Sambil Charity
TTC

Cerianya TTC BeerFest Kedua Sambil Charity

TTC

Banyak cara bagi penduduk urban untuk menikmati hidup, berkumpul dan membangun networking dengan sesamanya bahkan melakukan kegiatan kemanusian. Adalah TTC BeerFest—social event, yang mampu menggabungkan beberapa hal tersebut ke dalam satu event.

Konsep dan kemasan event-nya pun sederhana. Berkumpul, bercerita dan berdonasi. Tidak ada yang lebih. Dan tidak menoleh pada latar belakang profesi dibalik setiap individu yang hendak mengikuti TTC BeerFest. Nyatanya, setiap TTC BeerFest berlangsung selalu dihadiri oleh beberapa komunitas seperti, media, perhotelan, tour leader, travel agent dan para eksekutif muda pecinta bir.

Tedjo Iskandar, Founder TTC Networking, pihak penyelenggara, mengatakan, TTC BeerFest merupakan event kali kedua dengan sponsor utama Bir Bintang dan ArtOtel Thamrin Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan. Di tahun pertama, TTC menyelenggarakan TTC Beer Breakfast pada tahun 2015 lalu. Sempat vakum beberapa tahun, kemudian muncul lagi dengan nama baru TTC BeerFest yang telah berlangsung beberapa hari lalu.

“TTC hendak membuat signature dan branding dengan bir. TTC Beer Breakfast yang berlangsung pada (11/04/2015) lalu menjadi awal mula event yang bekerja sama dengan Bir Bintang dan ArtOtel Thamrin – Jakarta. Di event yang kedua ini kami ganti nama dengan TTC BeerFest dan dihadiri 120 orang tamu dari berbgai latar belakang profesi,” ungkap Tedjo.

Di Indonesia, kata Tedjo, masih sedikit orang yang expert dengan bir, dibanding dengan wine yang sudah menjamur di Jakarta. Dan di Indonesia sendiri para pecinta dan komunitas bir masih belum begitu banyak. Berbeda dengan Negara Jerman di Bayern, yang memang mempunyai event October Fest—event para pecinta bir di kota Bayern yang selalu digelar setiap tahun dengan durasi sampai dua pekan.

Perayaan penutupan dari pernikahan Putra Mahkota Ludwig dengan Putri Therese pada 12 Oktober 1810, menjadi cikal bakal lahirnya event Octoberfest di Jerman. Lomba pacuan kuda sebagai atraksi perayaan penutupan pernikahan putra mahkota itu pun menjadi tradisi. Disana terdapat pondok-pondok kecil yang menjajakan bir.

Pondok-pondok kecil penjaja bir ini pun pada tahun 1896 berubah menjadi tenda-tenda minuman bir. Dari ihwal inilah, lahir event Octoberfest di Kota Bayern, Jerman, yang kini hamper di setiap Negara menggelar event yang sama. “Event TTC Beer ini pun mengadopsi dari Octoberfest yang dari Kota Bayern, Jerman. Jadi, kita pun nggak kalah dengan Negara Jerman,” pungkas Tedjo.

Meski demikian, tegas Tedjo, tujuan dari TTC BeerFest ini murni untuk membangun dan menjaga relasi dengan para klien bisnis dan di akhiri dengan kegiatan social. “Selain menikmati hiburan music DJ, pada sesi penutup kita menggalang donasi untuk korban gempa dan tsunami di Kota Donggala, Palu dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk donasi ini kami berhasil mengumpulkan dana total sebesar Rp23.191.200 dan akan dikasihkan ke pihak yang berwenang,” pungkas Tedjo.